Salam Bebas Stigma!

Kami adalah gerakan sosial melawan stigma di dunia kesehatan dengan mengedepankan nilai-nilai kesetaraan, inklusivitas dan anti kekerasan.

Dokter Tanpa Stigma digagas oleh dr. Sandra Suryadana atas keprihatinan akan lebarnya jurang antara tenaga medis dengan pasien yang disebabkan karena struktur sosial yang terkotak-kotak.

Ditambah dengan banyaknya stigma negatif yang berujung pada tindakan diskriminatif yang dilakukan tidak hanya oleh masyarakat tetapi juga oleh tenaga medis.

Permasalahan ini menjadikan edukasi kesehatan jadi sulit dilakukan dan berakibat pada rendahnya tingkat kesehatan masyarakat Indonesia.

Tenaga kesehatan kalau berani mengaku bekerja demi kemanusiaan harusnya berani juga untuk peka pada isu-isu kelompok marjinal yang sering diperlakukan tidak manusiawi.

Dokter Tanpa Stigma

VISI

MISI

Indonesia setara, inklusif dan bebas stigma di bidang kesehatan

Memberikan umpan edukasi tentang topik-topik yang tabu di masyarakat

Membangkitkan kesadaran masyarakat dan tenaga medis akan isu-isu kesetaraan

Mendorong penolakan stigma dan diskriminasi dalam bentuk apapun terhadap siapapun

Mengupayakan edukasi kesehatan yang inklusif dan adil bagi masyarakat

Aktivitas

Sejak digagas di awal tahun 2019, Dokter Tanpa Stigma aktif mengedukasi lewat berbagai media sosial antara lain website, Instagram, Youtube dan Spotify podcast.

Dokter Tanpa Stigma telah berkolaborasi dengan berbagai komunitas, lembaga, yayasan dan KOL untuk mengadakan hampir lebih dari 100 episode podcast, 50 instagram live, 20 webinar, kelas edukasi kespro dan buku panduan kespro untuk remaja berjudul “Aku dan Tubuhku”.

Bulan April 2022, Dokter Tanpa Stigma resmi mendirikan Komunitas DTS yang beranggotakan berbagai tenaga medis, mulai dari mahasiswa kesehatan sampai profesional, baik yang tinggal di Indonesia maupun di luar negeri. Saat ini grup WA komunitas DTS beranggotakan 100 orang.

Tim Penggerak

dr. Sandra Suryadana, Founder dan Managing Director

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya lulusan tahun 2010. Telah bekerja di 7 provinsi di Indonesia, saat ini bekerja di start-up medical education sharing di Jakarta.

dr. Citta Swissanto, Content Designer

dr. Nadine Herdwita, Content Designer

dr. Thiea Arantxa, Website Contributor

Penulis buku fiksi dan nonfiksi dengan nama pena Miranda Malonka. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta lulusan tahun 2015, saat ini bekerja sebagai editor dan penerjemah di sebuah penerbit mayor di Indonesia.

dr. Brigitta Beata, Instagram Administrator