Kami adalah kolektif tenaga medis yang aktif bergerak melawan stigma dan diskriminasi di dunia kesehatan dengan mengedepankan nilai-nilai kesetaraan, inklusivitas, dan anti kekerasan.

Komunitas Dokter Tanpa Stigma digagas oleh dr. Sandra Suryadana atas keprihatinan akan banyaknya stigma negatif yang berujung pada tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh tenaga medis pada pasien khususnya pasien kelompok marjinal.

Kami berfokus pada 3 isu utama yaitu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual dan Kesehatan Mental.

Sejak digagas di awal tahun 2019, Dokter Tanpa Stigma aktif mengedukasi lewat berbagai media sosial antara lain website, Instagram, YouTube, Linkedin dan Spotify podcast. Dokter Tanpa Stigma telah berkolaborasi dengan berbagai komunitas, lembaga, yayasan, dan KOL untuk mengumpulkan lebih dari 16 ribu pengikut di Instagram, 100 episode podcast, 100 artikel, 30 kelas online maupun offline dan 3 buku edukasi kesehatan.

Bulan April 2022, Dokter Tanpa Stigma berkembang menjadi Komunitas yang beranggotakan berbagai profesi tenaga medis, mulai dari mahasiswa kesehatan sampai profesional, baik yang tinggal di Indonesia maupun di luar negeri. Saat ini grup WA komunitas DTS beranggotakan 170 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.