1. Deskripsi Program

Pelatihan ini dirancang untuk memperluas jangkauan edukasi seks bertanggung jawab melalui pembekalan tenaga kesehatan dan pendidik lokal agar menjadi fasilitator yang kompeten dan empatik. Pelatihan dilakukan melalui pendekatan berbasis bukti, diskusi interaktif, dan refleksi nilai agar peserta mampu menyampaikan materi secara inklusif dan efektif, termasuk kepada kelompok marginal.

Misi:

  • Menyediakan edukasi seks yang inklusif, dapat diakses, dan bebas stigma.
  • Membekali tenaga medis dan edukator dengan pengetahuan dan keterampilan mendampingi remaja dalam isu-isu kesehatan reproduksi dan seksual.

2. Tujuan Utama

  • Penguatan Kompetensi Inti: Mengembangkan keterampilan fasilitasi yang empatik dan berbasis bukti.
  • Promosi Praktik Inklusif: Penggunaan bahasa dan pendekatan ramah disabilitas dan kelompok rentan.
  • Peningkatan Kesadaran dan Empati: Melalui pelatihan VCAT untuk refleksi nilai pribadi.
  • Aksesibilitas Program: Mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inklusif.

3. Sasaran Peserta

  • Tenaga medis: dokter, bidan, perawat, tenaga kesehatan lainnya
  • Tenaga pendidik: guru, fasilitator kesehatan, influencer komunitas (KOL)

4. Komponen Program

Durasi: 3 Hari

  • Hari Ke-1 s.d. 2: Pelatihan VCAT untuk isu SRHR
  • Hari Ke-3: Pelatihan Modul Program Edukasi Seks Bertanggung Jawab

Modul Pelatihan:

  1. Pelatihan VCAT (Value Clarification and Attitude Transformation) (2 Hari)
  • Tujuan:
    • Merefleksikan nilai-nilai pribadi dan bias terhadap isu kesehatan seksual dan hak reproduksi (SRHR).
    • Mengembangkan empati dan pendekatan non-menghakimi terhadap topik-topik sensitif.
  • Metodologi:
    • Diskusi interaktif
    • Role-play (bermain peran)
    • Latihan kelompok
  1. Pelatihan Modul Program (1–2 Hari)
  • Tujuan
    • Mengenalkan fasilitator pada kurikulum Program Edukasi Seks Bertanggung Jawab.
    • Mengasah keterampilan fasilitasi agar dapat menyampaikan materi secara efektif.
  • Modul yang Dibahas:
    • Kesehatan Seksual dan Hak Reproduksi
    • Pubertas, Perubahan Tubuh, dan Kebersihan Genital
    • SOGIESC (Orientasi Seksual, Identitas Gender, Ekspresi Gender, dan Karakteristik Seksual)
    • Masturbasi dan Aktivitas Seksual yang Bertanggung Jawab
    • Kontrasepsi dan Infeksi Menular Seksual (IMS)
    • Hubungan Sehat, Persetujuan, dan Pencegahan Kekerasan Seksual
    • A–Z Kontrasepsi
    • HIV dan IMS Lainnya

4.3 Kompetensi Fasilitator

Program ini difasilitasi oleh tim profesional yang berkualifikasi tinggi dari komunitas Dokter Tanpa Stigma, terdiri dari dokter, bidan, perawat, dan dokter gigi dengan pengalaman 3 hingga 10 tahun di bidang masing-masing. Hal ini memastikan peserta mendapatkan manfaat dari keahlian praktis para tenaga kesehatan yang memiliki pengalaman langsung dalam isu kesehatan seksual dan reproduksi.

Para fasilitator telah mengikuti pelatihan khusus, baik di tingkat nasional maupun internasional, bersama organisasi seperti Jakarta Feminist, IPAS Indonesia, dan ISAY. Beberapa pelatihan yang diikuti antara lain:

  • Workshop Value Clarification and Attitude Transformation (VCAT)
  • Pelatihan Fasilitator untuk Workshop VCAT
  • Pelatihan Layanan Kesehatan Inklusif bagi Pasien dengan Kehamilan Tidak Direncanakan
  • SRHR 101 dan Kurikulum Aborsi