Artikel

Anak-anak dengan HIV AIDS Berhak Bercita-cita

“20x lebih pindah sekolah, capek sekali rasanya. Lebih baik tidak usah sekolah saja.”

Anak dengan HIV AIDS ( dikutip dari artikel Tirto.id “Kisah Anak-anak HIV AIDS Berkawan dengan Hinaan dan Stigma)

Dalam 5 tahun terakhir ada2 kejadian diskriminasi terhadap anak-anak dengan HIV AIDS (ADHA) yang cukup menggemparkan di media. Dalam kenyataannya, stigma negatif dan perilaku diskriminatif yang harus dialami oleh ADHA adalah makanan sehari-hari. Bukan hanya 1-2 sekolah saja yang menolak mereka tetapi banyak.

Berdasarkan keterangan dari Puger Mulyono, pendiri Yayasan Lentera Surakarta, rata-rata ADHA harus berpindah sekolah 4-5x dalam hidupnya. Itupun diawali dengan menutupi status HIV-nya. Bila ketahuan mereka adalah ADHA maka orang tua murid lain dan guru-guru akan segera meminta mereka untuk mengundurkan diri.

Infografis dari CNN Indonesia

Data kumulatif anak dengan HIV usia <14 tahun dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2017- 2020 adalah sebanyak 4399 anak. Sementara anak dengan AIDS usia < 14 tahun adalah sebanyak 962 anak. Total keseluruhan ada 5361 anak. Semua anak ini terinfeksi HIV sejak dalam kandungan.

Berarti ada lebih dari 5000 anak di Indonesia yang harus mengalami hal mengerikan seperti itu. Ada lebih dari 5000 cita-cita yang terancam kandas dan 5000 potensi generasi baru yang akan tersia-sia.

Itu baru yang tercatat.

Dari sejak HIV mulai dikenal oleh masyarakat sekitar tahun 1980an kita sudah maju cukup jauh, tapi kita masih jauh dari garis finis. Setiap hari kita harus terus mengingatkan pada masyarakat akan untuk tidak menstigma dan mendiskriminasi teman-teman ODHA apalagi ADHA. Tidak boleh jemu, karena HIV pun ada setiap hari. Dia bukan virus yang hari ini datang, besok akan pergi.

Dengan komitmen ini, Dokter Tanpa Stigma bersama Ikatan Alumni FK Unair 2005 dalam rangka Dies Natalis FK Universitas Airlangga 107 tahun mengadakan penggalangan dana sebagai upaya kami mewujudkan cita-cita ADHA.

Sedikit donasi Anda akan sangat bermakna bagi anak dengan HIV AIDS untuk meraih cita-cita mereka. Donasi akan digunakan untuk keperluan sehari-hari anak-anak dengan HIV, antara lain untuk biaya makan layak dan keperluan sekolah.

Donasi dapat disalurkan melalui salah satu rekening berikut:
Bank BJB a.n. Kuldesak : 0059813692100
Bank BCA a.n. Gabriella Sandranila Suryadana : 7260084831

Tambahkan kode unik “01” di akhir donasi Anda. Contoh : Rp 100.001,-

Dengan berdonasi, Anda juga berhak mengikuti Festival Online “PEMBEBASAN STIGMA PADA ODHA” yang akan dilakukan via Google Meet pada hari Minggu, 22 November 2020 bersama dengan aktivis dan para pakar di bidang HIV AIDS.

Upload bukti transfer donasi Anda ke link berikut agar Anda bisa mendapatkan link kegiatan ini. KLIK DI SINI.

Bagi Anda yang berbaik hati hanya ingin menyumbang tanpa mengikuti festival, Anda bisa berdonasi lewat kitabisa.com. KLIK DI SINI.

Terima kasih banyak, orang-orang baik! Kalian dapat salam lho..

Referensi:

https://tirto.id/kisah-anak-anak-hivaids-berkawan-dengan-hinaan-dan-stigma-em86