Artikel

Alt Text sebagai Alat Bantu Visual Ramah Disabilitas

Penyebaran informasi yang semakin pesat menyebabkan semakin banyak orang yang membutuhkan akses berbagai data global di dunia maya. Namun, meskipun ketersediaan layanan Internet semakin meluas dan penggunaan smartphone bertambah marak, data dan informasi belum tentu bisa diserap dengan sempurna, terutama oleh para penyandang disabilitas. Menurut Pusdatin Kemenkes RI, 253 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan penglihatan, atau sama dengan 3.38% populasi dunia. Di antaranya, 36 juta orang mengalami kebutaan, dan 217 juta mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat.1

Di antara lebih dari 9 juta tweet di Twitter, sekitar 11.84% di antaranya mengandung gambar, namun hanya 0.1% gambar yang memiliki deskripsi.2 Dengan demikian, dibutuhkan perbaikan aksesibilitas digital untuk situs web, aplikasi, maupun platform digital lainnya agar menjadi ramah Netra. Sebagian besar teman-teman Netra yang mengakses dunia digital menggunakan fitur pembaca layar atau screen reader. Sayangnya, masih banyak pembuat konten digital yang belum memaksimalkan fungsi screen reader, yaitu dengan cara diisi alt text agar sebuah gambar bisa dikenali sebagai sebuah informasi bagi pengguna digital yang bersangkutan.3

Membaca dengan screen reader
Foto: Perfecto Capucine, Pexels

Alt Text Berbeda dengan Caption

Alt text, atau alternative text, adalah cara untuk mendeskripsikan sebuah gambar digital. Bagi pengguna screen reader, tulisan ini akan terbaca oleh mesin sehingga pengguna mengetahui isi gambar. Begitu juga bila gambar tidak ter-load dengan baik, alt text membuat pengguna digital tetap mengetahui deskripsi gambar tersebut. Nama lain alt text contohnya adalah alt tag atau alt attribute.

Berbeda dengan caption, alt text dibuat dengan tujuan spesifik membantu pembacaan gambar untuk pengguna yang membutuhkan. Sehingga, isi alt text akan lebih deskriptif dan cenderung kaku, sementara caption dirancang untuk menarik perhatian pembaca dengan permainan kata dan tidak selalu bersifat deskriptif. Informasi tambahan biasanya diletakkan di caption dan bukan di alt text, misalnya pencantuman hak cipta.4

Cara Membuat Alt Text di Media Digital

  • Facebook: Ketuk tanda titik tiga di kanan atas atau ketuk dan tahan; lalu ketuk edit alt text.
  • Instagram: Di foto yang sudah terunggah, ketuk tanda titik tiga di kanan atas, edit, lalu add alt text. Di post baru, cari menu advanced setting lalu write alt text.
  • Twitter: Ketuk tombol +Alt di foto dan masukkan teks deskripsi sebelum tweet dikirim.
  • Google Docs: Klik kanan pada gambar dan pilih Alt text.

Alt Text yang Baik: Kesesuaian Konteks adalah Kunci!

Berikut kaidah membuat alt text yang baik:5

  • Gunakan deskripsi yang akurat.
  • Gunakan kata-kata sederhana dan kalimat efektif.
  • Ulangi kata-kata yang relevan dalam gambar bila ada.
  • Gunakan tanda baca yang baku.
  • Direkomendasikan tidak lebih dari 125 karakter, agar sesuai kompatibilitas screen reader serta mencegah kejenuhan mata. Jika gambar berupa grafik kompleks dan deskripsinya harus panjang, arahkan pengguna screen reader untuk membaca teks di paragraf lain (misalnya, sesudah gambar).
  • Jangan menggunakan kata-kata yang tidak perlu, seperti kata “gambar/foto” atau menggunakan kata yang sama berulang-ulang atau terlalu puitis.
  • Tidak perlu kelewat mendetail seperti memberi definisi warna atau menjelaskan bahwa sebuah wajah memiliki mata, hidung, dan mulut.
  • Gambar yang hanya bersifat dekoratif tidak perlu dideskripsikan dan sebaiknya diberi kata “null” saja.

Ketika membuat alt text, deskripsikan gambar dengan spesifik, dengan mengutamakan relevansi isi gambar sesuai konteks dari keseluruhan tulisan. Contohnya, jika artikel tersebut sedang membahas bendera secara umum, alt text bisa ditulis “bendera dikibarkan” saja. Namun, jika artikel spesifik membahas bendera Indonesia, atau tata cara mengibarkan bendera, maka isi alt text bisa menjadi lebih deskriptif, seperti “bendera Merah Putih dikibarkan” atau “bendera dikibarkan setengah tiang.”

Penekanan juga bisa terdapat pada hal lain di sekitar objek.4 Semisal kita sedang menjelaskan tentang cuaca, maka dibuat penekanan “bendera berkibar, langit berawan.” Tidak perlu juga terlalu panjang membuat deskripsi jika tidak relevan dengan tulisan. Ketika membuat alt text, pikirkan kembali, apa tujuan, makna, dan fungsi gambar tersebut bagi pembaca, dan mengapa isi gambar tersebut penting.

Contoh hal-hal yang penting untuk diperhatikan sesuai konteks artikel:5

  • Lokasi penempatan objek di gambar
  • Gaya yang digunakan (lukisan, sketsa, grafik, dll)
  • Warna
  • Nama orang dalam gambar (tokoh terkenal, tokoh sejarah, dll)
  • Pakaian (fitur pakaian yang sesuai dengan pembahasan)
  • Jenis hewan
  • Tulisan di gambar (nama jalan, isi spanduk, dll)
  • Emosi manusia (tersenyum, menangis, dll)
  • Hal-hal lain di sekitar objek

Oleh sebab itu, kesesuaian konteks adalah hal utama yang harus dipikirkan ketika membuat alt text. Konteks menjadi semakin penting ketika kita melakukan pembacaan grafik data atau ilustrasi tutorial. Saat ini, sudah banyak artificial intelligence (AI) yang bisa mengenali deskripsi sebuah gambar dengan fitur-fitur pengenalan wajah dan benda, sehingga alt text bisa ditulis secara otomatis oleh mesin (disebut juga automatic alt text). Namun pada akhirnya, keikutsertaan manusia untuk menulis alt text tetap amat penting, karena manusia bisa mengenali konteks.

Alt text hanyalah salah satu dari banyak upaya kita untuk meningkatkan akses penyandang disabilitas di dunia kerja, pendidikan, ekonomi, politik, dan lain-lain. Semoga isu aksesibilitas informasi bisa terus diakomodasi dengan usaha-usaha yang nyata. Diharapkan, semakin maju teknologi, semakin inklusif pula kita dalam menyediakan jasa teknologi, agar semua orang memiliki kesempatan dan akses yang setara.

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan RI. Situasi Gangguan Penglihatan. InfoDATIN: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI; 2018. https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-Gangguan-penglihatan-2018.pdf
  2. Chiarella D, Yarbrough J, Jackson CAL. Using alt text to make science Twitter more accessible for people with visual impairments. Nature Communications 2020: 11 (5803). https://www.nature.com/articles/s41467-020-19640-w
  3. Putra D. Kesempatan Sama Bagi Teman Netra. Media Keuangan: Kementerian Keuangan RI; 2021. https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/kesempatan-sama-bagi-teman-netra
  4. PennState Accessibility Group. Image ALT Text. Pennsylvania State University; 2021. https://accessibility.psu.edu/images/alttext/
  5. Perkins e-Learning. How to Write Alt Text and Image Descriptions for the Visually Impaired. Perkins School for the Blind; 2018. https://www.perkinselearning.org/technology/blog/how-write-alt-text-and-image-descriptions-visually-impaired

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s