Artikel

Covid Sudah Mau Jadi Vaksinnya, Kok HIV Belum?

Apakah pertanyaan ini sempat terbersit dalam pikiran kalian? Bila ya, kalian sepemikiran dengan banyak orang di dunia.

HIV pertama kali diidentifikasi tahun 1984. Namun sampai saat ini, ketika teknologi sudah semakin maju nyatanya belum ada vaksin HIV yang siap diedarkan untuk masyarakat luas.

Kenapa bisa begitu ya?

  1. HIV adalah virus yang sangat cerdik

HIV bersembunyi dalam sistem imun manusia. Tidak ada sistem imun yang mampu mengenali virus ini, malah virus ini kemudian menempel di salah satu sistem imun kita yaitu CD4 dan mulai menggerogoti dari dalam. Padahal prinsip kerja dari vaksin adalah mengandalkan imunitas tubuh sendiri untuk mengenali benda patogen dan mengalahkannya.

Dan yang makin mempersulit adalah karena belum pernah ada orang yang berhasil sembuh dari HIV. Ini makin menyulitkan peneliti karena jadi tidak punya acuan sistem imun yang bagaimana yang perlu distimulasi dalam vaksin HIV.

Virus ini juga sangat mudah bermutasi, variasnya sangat banyak artinya sulit untuk peneliti membangun suatu model vaksin yang bisa efektif karena baru saja vaksinnya jadi misalkan untuk HIV genomik AAA, tapi virusnya sudah berganti jadi genomik BBB. Sementara vaksin untuk AAA, tidak efektif untuk BBB.

2. Tantangan di lapangan

Untuk mempercepat produksi suatu vaksin biasanya peneliti akan menggunakan binatang. Tapi untuk HIV, belum ada binatang yang cocok yang memiliki respon yang sama terhadap HIV dengan manusia.

Pilihan tipe vaksin yang terbatas juga menyulitkan. Saat ini hanya ada 2 tipe vaksin yaitu vaksin hidup, menggunakan virus/bakteri yang dilemahkan dan vaksin mati, mengandalkan virus/bakteri mati atau menggunakan protein yang menyerupai virus/bakteri tersebut tanpa ada unsur DNA di dalamnya.

Vaksin mati HIV belum ada yang cukup kuat untuk menstimulasi sistem imun tubuh manusia sementara vaksin hidup HIV terlalu berbahaya untuk diujicobakan pada manusia.

3. Kendala biaya

Semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk penelitian vaksin HIV tentu biaya yang dibutuhkan makin membengkak. Saat ini proyek penelitian vaksin dengan pembiayaan paling besar mendapat support dari Bill and Melinda Gates Foundation. Dan dengan belum adanya titik terang penemuan vaksinnya tentu tidak banyak pihak yang berani berinvestasi.

Saat ini dapat dikatakan uji coba vaksin terbesar dan paling mendekati keberhasilan (meskipun masih jauh juga) adalah uji coba klinis yang dilakukan di Thailand tahun 2009 dengan melibatkan kurang lebih 16.000 relawan. Hasilnya, vaksin yang diujicobakan terbukti efektif 31% mengurangi resiko terinfeksi HIV. Angka yang sangat rendah tapi paling tidak ada harapan.

Tapi jangan sedih untuk teman-teman yang beresiko, misalkan memiliki pasangan yang terinfeksi HIV dan aktif berhubungan seksual beresiko, sekarang ada terapi pencegahan yaitu PrEP alias Pre-Exposure Prophylaxis.

PrEP pada prinsipnya adalah obat ARV (Anti Retro Viral) yang diminum setiap hari untuk pencegahan HIV. WHO sudah menemukan formula ARV yang tepat untuk pencegahan dan sejak 2014 sudah mulai mempromosikan PrEP.

Sayangnya di Indonesia, PrEP masih sangat sulit didapatkan dan pasien masih harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli obat ini karena belum masuk dalam program pemerintah. Tidak seperti ARV yang sudah digratiskan oleh pemerintah kita.

Tapi ini adalah titik terang, tentu lebih baik daripada tidak sama sekali. Kita tinggal menunggu, PrEP tersedia lebih merata dan mudah-mudahan suatu hari nanti bisa diakses oleh semua masyarakat tanpa kesulitan biaya.

Kita doakan sama-sama ya!

Referensi:

https://www.hiv.gov/hiv-basics/hiv-prevention/potential-future-options/hiv-vaccines

https://www.niaid.nih.gov/diseases-conditions/hiv-vaccine-development

https://tirto.id/prep-masuk-indonesia-siapkah-kita-ekzf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s